Belajar dari yang namanya kehilangan...
Kehilangan memang hal yang menyakitkan sama halnya seperti ketika kita terlalu erat menggenggam tali saat tarik tambang dan akhirnya harus dilepaskan tali itu karena kita tidak berdaya untuk menahan tali itu lebih lama lagi dan tidak kuat untuk menarik tali itu agar tetap berada disisi kita sehingga akhirnya membuat kita terjatuh dan meninggalkan bekas luka yang begitu dalam..
Melupakan dan merelakan merupakan fase terberat yang harus dilewati setelah mengalami kehilangan..
Akan ada banyak airmata yang tercurah dalam proses ini, apalagi fase" dimana kita harus mengalami perasaan rindu yang begitu menyiksa dan pikiran yang terus terjebak dalam nostalgia
Hingga fase tersebut akan membuat kita lama" memberikan harapan palsu pada diri sendiri sehingga kita terjebak dalam angan dengan terus membayangkan seolah" hal ini tidak pernah terjadi, seandainya dia kembali lagi, seandainya bisa kuputar ulang waktu, seandainya dulu dapat ku jaga dia dengan baik ,seandainya seandainya dan seandainya..
Kita akan berputar" dalam fase ini dalam waktu yang lama
Sampai pada akhirnya kita lelah menyakiti diri sendiri karena terjebak dalam masa lalu dan setelah itu kita ada pada fase melupakan, melepaskan dan merelakannya
saat dimana kita sadar bahwa semua ini hanya akan melukai diri kita sendiri semakin dalam dan semua ini tidak akan pernah bisa membuat dia kembali.. semuanya sudah berubah dan kita harus belajar menerima semua kenyataan yang ada dengan melepaskan, melupakan dan merelakan..
"Lepaskan apa yang memang pantas untuk dilepaskan, pertahankan apa yang memang pantas untuk dipertahankan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar