Jumat, 15 September 2017

Memberi atau Berkorban?

Ketika kita ngomongin tentang memberi terkadang kita berpikir bahwa itu adalah hal yang paling mulia atau terbaik yang bisa kita lakukan untuk orang lain terutama orang yang kita sayang.. Namun pada faktanya ketika kita memberi sesuatu kepada seseorang entah itu dalam wujud barang, uang, perhatian, tenaga, bantuan, support, waktu, bahkan kasih sayang tanpa sadar kita akan berharap bahwa orang tersebut akan memperlakukan kita dengan cara yang sama seperti kita memperlakukan mereka.. 

Lalu pertanyaannya sekarang adalah apakah benar itu yang dinamakan sayang??? 
Ataukah kita hanya memberi hutang kepada mereka? Seperti Memberi pinjaman waktu, uang, tenaga, support, perhatian, dan kasih sayang kita agar suatu saat nanti mereka bisa membalas semua itu dengan hal yang sama bahkan lebih????

Ketika kita sayang tulus dengan orang lain seharusnya kita tidak mengharapkan balasan dari orang tersebut... 

Yaa memang benar sangat sulit hal itu untuk dilakukan, kita sebagai manusia memang cenderung ingin diperlakukan adil dan kita ingin diberi/ diperlakukan sama seperti kita memberi/ memperlakukan orang tersebut..

Tapi ingatlah kata" 
sayang adalah pengorbanan
Ketika kita berani menyayangi seseorang dan bahkan kita menyayanginya dengan tulus
Maka kita pun akan bisa memberi bukan hanya sekedar memberi tapi memberi sebagai bentuk pengorbanan kita dimana kita memberi tanpa berharap, tanpa menuntut, dan tanpa memaksa orang tersebut untuk memberikan hal yang sama kepada kita.. 

Tak peduli bagaimanakah perlakuan mereka terhadap kita mau mereka cuek ataupun mereka tidak menghargai kita
Kalo memang kita tulus menyayangi mereka maka kita akan tetap menyayangi mereka dan mau berkorban (mengorbankan waktu, uang, tenaga, kasih sayang, perhatian, dll) untuk kebaikan dan kebahagiaan mereka.. 
Itulah yang dinamakan "Kasih Sayang" yang tulus .. 

Kalo memang mereka juga yang terbaik untukmu tanpa perlu kamu minta, kamu harapkan atau kamu paksakan 
Dia juga pasti akan sangat menyayangimu dan memperlakukanmu jauh lebih baik dari yang selama ini kamu lakukan untuknya.. 
"Orang yang tepat belum tentu datangnya cepat"

Rabu, 13 September 2017

Jangan fokus pada apa yang Hilang (kebodohan dibalik kata "Sayang")

Seseorang akan sadar betapa bodoh dirinya selama ini ketika rasa sayangnya sudah hilang
Memang perasaan sayang bisa membuat kita jadi bodoh
Sayang membuat kita mempercayai dan meyakini hal yang sesungguhnya tidak pernah terjadi dan tidak pernah ada
Sayang membuat kita mempercayai dan meyakini bahwa dia masih sayang kita, dia pasti akan kembali dengan kita, masih ada waktu dan kesempatan untuk kita perbaiki semuanya dan mulai lagi dari awal
sehingga pada akhirnya kita memberi harapan kosong pada diri kita sendiri
Lalu menyakiti diri kita sendiri dengan harapan kosong tersebut yang tak pernah terwujud
kita mempercayai dan meyakininya karena takut kecewa , takut jauh, takut sakit dan
takut kehilangan padahal faktanya kita memang sudah kehilangan dirinya
Hanya saja kita belum siap menerima kenyataan bahwa kita sudah tak bersamanya..
Jangan fokus pada apa yang telah Hilang dalam hidupmu
Karena hal itu dapat membuatmu tidak bisa menerima, menjaga dgn baik,dan  menghargai hingga akhirnya menyia"kan hal baru yang datang dalam hidupmu padahal segala sesuatu yang hilang akan Tuhan gantikan dengan yang jauh lebih baik.. namun kita cenderung menyia"kan pengganti terbaik yang sudah Tuhan sediakan karena terlalu fokus pada apa yang sudah hilang.. Don't be Stupid

Selasa, 12 September 2017

"KEHILANGAN"

Belajar dari yang namanya kehilangan...
Kehilangan memang hal yang menyakitkan sama halnya seperti ketika kita terlalu erat menggenggam tali saat tarik tambang dan akhirnya harus dilepaskan tali itu karena kita tidak berdaya untuk menahan tali itu lebih lama lagi dan tidak kuat untuk menarik tali itu agar tetap berada disisi kita sehingga akhirnya membuat kita terjatuh dan meninggalkan bekas luka yang begitu dalam..

Melupakan dan merelakan merupakan fase terberat yang harus dilewati setelah mengalami kehilangan..
Akan ada banyak airmata yang tercurah dalam proses ini, apalagi fase" dimana kita harus mengalami perasaan rindu yang begitu menyiksa dan pikiran yang terus terjebak dalam nostalgia

Hingga fase tersebut akan membuat kita lama" memberikan harapan palsu pada diri sendiri sehingga kita terjebak dalam angan dengan terus membayangkan seolah" hal ini tidak pernah terjadi, seandainya dia kembali lagi, seandainya bisa kuputar ulang waktu, seandainya dulu dapat ku jaga dia dengan baik  ,seandainya seandainya dan seandainya..

Kita akan berputar" dalam fase ini dalam waktu yang lama
Sampai pada akhirnya kita lelah menyakiti diri sendiri karena terjebak dalam masa lalu dan setelah itu kita ada pada fase melupakan, melepaskan dan merelakannya
saat dimana kita sadar bahwa semua ini hanya akan melukai diri kita sendiri semakin dalam dan semua ini tidak akan pernah bisa membuat dia kembali.. semuanya sudah berubah dan kita harus belajar menerima semua kenyataan yang ada dengan melepaskan, melupakan dan merelakan..

"Lepaskan apa yang memang pantas untuk dilepaskan, pertahankan apa yang memang pantas untuk dipertahankan"